Share it...!

Sabtu, 11 Februari 2012

Team Viewer7

Bingung file sahabat ketinggalan dirumah? ato sahabat ingin sharing folder dengan rekan sahabat ditempat yang jauh? gak usah panik, kali ni maman ingin share kepada sahabat semua tentang bagaimana cara mengatasi masalah seperti yang maman sebutkan diatas,.,.
Nah, kalian pernah tau gak software yang bernama Team Viewer7??? software ini yang akan membantu sahabat untuk saling sharing folder kepada rekan-rekan sahabat, walaupun rekan sahabat berada diluar negeri, it's nothing problem, yang penting PC rekan sahabat sudah terinstall Team Viewer7 dan terkoneksi dengan internet,.,.,
oke langsung saja:
pertama, download software Team Viewer7
kedua, install software tersebut.








perhatikan gambar disamping, pastikan yang dicentang adalah yang bertuliskan 'install' kemudian klik 'next'










pilih 'personal/ non-commercial use' kemudian klik 'next'










centang kedua pilihan 'I accept...' n 'I agree' kemudian klik 'next'











pilih pilihan 'no (default)' , bisa disetting ulang lagi nanti, kemudian klik 'next'













tunggu sampai proses selesai,.,.,















jika sudah selesai akan keluar seperti gambar disamping,.,.








lihat dibagian pojok bawah, pastikan pc koneksi dengan internet, tinggal selangkah lagi sahabat udah bisa salaing tukar file,.,.,
selanjutnya, minta ID rekan sahabat beserta paswordnya, kirimkan juga ID sahabat n pasword kepada rekan sahabat. kini sahabat udah bisa saling bertukar file dsb.
Selasa, 07 Februari 2012

Mengapa Harus PMII???

Ya, mungkin pertanyaan ini lah yang pertama kali muncul di benak teman-teman ketika ada seorang Sahabat yang mengajak untuk bergabung dengan PMII melalui kegiatan MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru). Ini hal yang lumrah. Saya pun ketika diajak untuk mengikuti MAPABA, pertanyaan itulah yang pertama kali saya lontarkan. Saya yang kala itu telah lebih dulu bergabung dengan organisasi ekstra lain tidak serta merta mengiyakan ajakan tersebut, dan berbagai pertanyaan lain pun menyusul. Tulisan ini saya buat untuk membantu teman-teman menemukan jawaban “Mengapa harus PMII?”.

PMII yang merupakan singkatan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia seperti halnya organisasi-organisasi ekstra lainnya merupakan suatu wadah pembelajaran nyata layaknya laboratorium sosial yang menawarkan sentuhan langsung pada masyarakat. Salah satu hal yang membedakan PMII dengan organisasi ekstra lainnya adalah paradigma PMII, yaitu paradigma kritis – transformatif. Hal ini meliputi penegakkan harkat dan martabat kemanusiaan dari berbagai belenggu yang diakibatkan oleh proses sosial yang bersifat profan, tegas dalam melawan segala bentuk dominasi dan penindasan, serta membuka tabir dan selubung pengetahuan yang munafik dan hegemonic. Pokok-pokok pikiran inilah yang dapat diterima sebagai titik pijak paradigma kritis di kalangan warga PMII.

Singkat kata, melalui paradigma kritis PMII berupaya menegakkan sikap kritis dalam berkehidupan dengan menjadikan ajaran agama sebagai inspirasi yang hidup dan dinamis. Dalam realisasinya, sikap kritis ini perlu menjadi suatu budaya mahasiswa menanggapi berbagai fenomena yang ada. PMII mengajak mahasiswa untuk peka terhadap realitas sosial, kritis dan tetap berpijak pada ajaran agama.

PMII bukan menawarkan eksistensi kosong yang kemudian dengan serta merta menaikan popularitas kita, melainkan membuka ruang gerak bagi kita untuk mengaktualisasikan diri dalam keterampilan sosial. Beraktualisasi menjadi Mahasiswa seutuhnya, karena kita bukan lagi “siswa” melainkan seorang “Agent of Social & Cultural Change”.

Di PMII kita dapat mengenal lebih dekat tokoh-tokoh psikologi melalui kajian mingguannya. Kita bisa melatih sikap kritis dan kemampuan berbicara di depan publik melalui budaya diskusi dan adu argumentasi. Kita pun dapat melatih kepemimpinan melalui dinamika organisasi. PMII akan mengasah kepekaan kita terhadap realita sosial, yang acap kali tak kita sadari akibat kesibukan kita masing-masing.

Selain menjawab pertanyaan di awal tadi, saya pun ingin menepis kekhawatiran para orangtua dan mahasiswa akibat gencarnya pemberitaan di media-media mengenai NII (Negara Islam Indonesia) yang notabene meningkatkan kewaspadaan mahasiswa terhadap berbagai organisasi di kampus.

Semoga tulisan ini mampu menjawab pertanyaan sekaligus kekhawatiran teman-teman. Gerbang pembelajaran di PMII terbuka lebar bagi kalian, agen-agen pergerakan.

Selamat bergabung dengan PMII.

By: GNE

Rabu, 18 Januari 2012

Warna Pink???

Warna??? Sesuatu yang indah bila terlihat indah dan jelek bila terlihat jelek, kita takkan pernah terlepas dengan warna karena setiap detik bahkan milidetikpun kita pasti melihat yang namanya warna; terkadang warna itu terlihat menyeramkan terkadang pula menyenangkan, warna juga bisa membuat kita jadi tenang juga bisa membuat kita jengkel, karena warna itu mempunyai makna psikologis yang jarang manusia ketahui.

Sudah menjadi anggapan umum bahwa manusia memiliki respon persepsi dan emosi yang khas terhadap warna-warna tertentu. Warna biru dan hijau misalnya, dipercaya membuat orang merasa lebih tenang dan sejuk berada diruangan yang dicat dengan kedua warna tersebut; sebaliknya, warna merah, orange, dan kuning dipandang lebih dinamis dan menghangatkan ruangan.

Nah, sekarang bagaimana dengan warna pink? Warna yang dikenal dengan warna feminim? Dan bagaimana jika warna pink dijadikan warna dinding sebuah ruangan?

Alexander G. Schauss, Direktur American Institute for Biosocial Reseach, Tacoma, Washington, Amerika Serikat meneliti tentang hal ini.

Studi pendahuluannya menunjukkan bahwa subjek secara lebih konsisten terlihat lebih rileks ketika melihat papan berwarna pink. Warna pink dapat menurunkan detak jantung, denyut nadi, tekanan darah, dan pernafasan. Schauss selanjutnya ingin menguji pengaruh warna pink lebih jauh terhadap perilaku, khususnya tingkat agresivitas seseorang.

Penelitiannya dilakukan dipenjara, ia mengadakan percobaan di tiga penjara Angkatan Laut AS, dua penjara daerah California, dan dua rumah sakit jiwa. Dengan campuran warna pink yang kemudian dikenal sebagai “Baker-Miller Pink” (R: 255, G: 145, B: 175), sebuah sel dicat seluruhnya kecuali lantai yang dibiarkan coklat polos.

Hasilnya, potensi perilaku kasar atau agresif yang dimiliki tahanan berkurang hanya dalam waktu 15 menit, dan efek tersebut tetap bertahan 30 menit setelah tahanan dikeluarkan dari sel pink tersebut.

Dalam penelitiannya pada subyek yang terlibat kasus kenakalan remaja, 2-3 menit pertama dalam ruangan pink akan mengurangi agresi verbal mereka. Kekerasan fisik (menendang pintu, memukul, atau menggedor dinding) tidak dilakukan setelah 5-6 menit pertama; pada menit ke-8 atau 9, mereka sudah duduk atau berbaring di tengah ruangan, sehingga di menit ke-10 mereka sudah cukup tenang untuk dibawa kembali keruangan biasa.

Beberapa penelitian juga telah dilakukan oleh beberapa peneliti, salah satunya terkait kekuatan menggenggam ketika berada didalam ruangan yang berwarna pink, dan juga penelitian tentang nafsu makan ketika berada diruangan itu.

By: Maman ref; QALAM