Dalam perjalanan sejarahnya islam selalu
dalam posisi dibela dan dicaci. Islam dicaci dan dicari kesalahannya,
terutama wahyu Allah yang diturunkan kepada seluruh manusia melalui para
nabi dan utusan-Nya, kemudian itu semua disangkal oleh para musuh-musuh
islam, terlebih kelompok-kelompok yang membangkang datangnya agama
Allah. Mereka mengelak akan kebenaran, perdamaian, keindahan dan hidup
yang nyaman. Islam tetap berjaung hingga bisa hidup dihati para umat,
perjuangan sang mujahid akan terdengar oleh Allah, dan islam pun bisa
bersemi walau hujan badai mengahntam tak ehnti-hentinya. Kalau saja
islam menjelma menjadi sosok manusia, apa yang akan ia katakana tentang
dirinya yang selalu dibela, tetapi hendak dihancurkan?. Sungguh berbeda
dengan matahari dan rembulan yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu
untuk menerangi bumi kala siang juga malam.
Para musuh antiislam telah melakukan
beragam cara dan usaha untuk membunuh agama islam, namun, usaha mereka
bisa ditakhlukkan oleh umat islam. Berkat ridho Allah dan rasa jihad
yang membara.. Dari berita tentang teroris yang ditunjuk sebagai pelaku
utama adalah orang islam, diman letak akal mereka yang emnagtakan hal
seperti itu?. Atas dasar apa dan tujuannya apa bagi hidup mereka, karena
sampai kapanpun islam tak akan berenang sendirian juga tak akan
tenggelam meski banyak yang kian menyerang. Ada juga upaya para musuh
yang terdengar rumor pencucian otak para generasi muda, hal yang sangat
disayangkan sebab dapat terselamtkan oleh-Nya. Sebesar apapun upaya
antiislam mengombang-ambingkan atau bahkan menggulingkan islam, namun
islam tetap bisa bangkit dan berdiri tegak. Jauh sebelum mereka, juga
ada penguasa seperti Firaun yang memusuhi dan mengejar-ngejar nabi Musa
untuk dibunuh karena menyampaikan wahyu Illahi. Begitu juga nabi-nabi
terdahulu, nasib mereka sama denagn apa yang terjadi pada nabi Musa,
lebih parah lagi nabi Muhammad, tapi islam tetap bisa menghembuskan
nyawanya sampai sekarang ini.
Di zaman modern kekuatan antiislam masih
juga tetap tumbuh, berkembang dan semakin luas. Seperti
idiologi-idiologi besar yang lahir dari paham komunisme dan sekularisme.
Semuanya berusaha membangun doktrin dan filsafat untuk membasmi serta
mengubur islam. Kalau kita mau menghitung, sesungguhnya pemimpin dan
pemikir dunia yang mengingkari Allah atau islam jumlahnya lebih sedikit
daripada pemeluk islam itu sendiri. Sekalipun sedikit diantara mereka
ada yang memiliki pengikut besar. Bisa saja lewat buah pikir atau
gagasan-gagasan yang mereka tuangkan lewat buku-buku, beragam teori
kehidupan dan kekuasaan politik.
Setiap kali kita berbicara tentang
agama, terutama agama islam seringkali emosi terlibat karena, tak ada
perbincangan agama tanpa melibatkan emosi. Semua orang selalu
mengabsolut;kan agama yang dianutnya secara fanatic sambil menghujat
yang lain. Telah ditegaskan lewat firman Allah dalam Al-Qur’an , tak ada
paksaan dalam beragama karena sesungguhnya antara yang benar dan yang
salah sudah begitu nyata bagi mereka yang hati dan pikirannya terbuka,
termasuk terhadap orang kafir yang membangkang.
“Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (QS.
Al-Kafirun; 7). Itulah ayat yang jelas ternisbat didalam kitab suci
umat islam. Dan Allah selalu memuliakan islam tanpa mengurangi
kelebihannya, serta tak di tunjukkan kelemahannya.
Islam masih tetap bernafas, karena Allah
menjaganya melalu himpunan wahyu dalam kehidupan umat islam di dunia
yang pasti akan berkembang. Lalu sifat islam yang mendunia telah
mempercepat dan memungkinkan terangkatnya budaya lokal menjadi tersebar.
Kepada budaya global, dunia islam menjadi lokus dan katalisator bagi
proses interaksi dan tukar-menukar berbagai elemen budaya yang
sedemikian beragam sehingga bisa mempertahankan nyawa islam sampai
sekarang ini.
Salah satu keunggulan islam yang membuat
agama ini berkembang dan berdiri kokoh diluar wilayah kelahirannya
ialah kemampuannya menyerap dan menghargai budaya lokal. Meski kekuatan
sinis dari para penghujat islam, bahkan antiislam masih tetap hidup dan
berkembang, ternyata mereka dan idiologi antiislam itu tidak pernah
memenangkan pertempuran. Mungkin hal tersebut disebabkan amunisi mereka
semakin lama semakin menipis, sementara agama islam tetap hidup dimuka
bumi ini.
Bagi generasi anak-anak muda zaman
sekarang, perlu ditanamakan pemahaman islam yang benar serta keteladanan
yang nyata dari orang tua dalam mengamalkan ajaran islam. Tidak cukup
mengandalkan simbol-simbol lahiriah, serta ritus jasmaniyah saja.
Hakekat tauhid, pengenalan islam secara mendalam juga wahyu Illahi dan
kesalehan harus dimulai dan berakar kuat didalam hati serta penalaran
sehat mereka, lalu diikuti dengan pengamalan dan penampilan lahir. Agama
islam memeliki seribu nyawa dan tak akan mati jika berakar pada fitrah
kita yang memang bersifat dari Illahi serta tak kenal kematian.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Islam Punya Seribu Nyawa. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://fadlurrahman92.blogspot.com/2011/10/islam-punya-seribu-nyawa.html. Terima kasih!
Ditulis oleh:
Unknown - Kamis, 06 Oktober 2011
Belum ada komentar untuk "Islam Punya Seribu Nyawa"
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar,.,.