Tidak sedikit perubahan revolusi dunia
bergerak karena pengaruh ide dan pemikiran yang dituangkan dalam bentuk
tulisan. Nabi Muhammad SAW mampu merubah dunia yang gelap gulita menjadi
dunia yang bercahaya/nur melalui ajaran-ajaran Illahiyah yang
termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits. Kedua kitab ini akan selalu
mempengaruhi manusia untuk berubah dan berkembang. Demikian pula dengan
ide dan pemikiran Bung Karno yang terekam dalam buku “Di bawah Bendera Revolusi, Sarinah, Indonesia Menggugat” dan lainnya mampu menggerakkan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaannya dari penjajah kolonial Belanda.
Menulis merupakan proses belajar jangka
panjang, karena dalam tingkatannya, memaksa seseorang untuk merenung,
memperhatikan permasalahan dan memilih kata-kata yang pantas untuk
dipergunakan. Menulis bukan sekedar mengoplos yang menghasilkan nilai
murahan. Menulis itu menuntut tanggung jawab moral. Sebenarnya menulis
itu dapat dipelajari, asalkan ada kemauan, keberanian mencoba dan
mengolah, serta tekun berlatih.
Ketika sebuah tulisan bisa bernafas dihati setiap manusia, berarti sejarah dunia mulai dibuka untuk maju kedepan.
Tidak hanya dengan menulis, salah satu
kunci merubah dunia ialah dengan membaca. Membaca merupakan aktivitas
yang paling berharga bagi manusia karena kegiatan ini adalah jalan yang
mengantar manusia untuk mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna.
Besarnya peran manusia dalam pengaturan alam membuatnya memerlukan ilmu
pengetahuan. Dari membaca tersebut, lahirlah beberapa gagasan yang
dituangkan dalam goresan pena, berupa tulisan yang nantinya akan
menunjukkan buah pikiran atau ide baru.
Tulisan dapat mempengaruhi dan merubah
sikap masyarakat meskipun perlu waktu lama. Seperti halnya Rasulullah
SAW yang membutuhkan waktu berabad-abad untuk menakhlukkan hati setiap
umat manusia dengan tulisan yang terukir didalam Al-Qur’an. Nah, jangan
pernah takut untuk menulis, menulis bukan monster yang harus ditakuti,
tetapi bagaimana kita bisa berperang untuk menakhlukkan kecenderungan
buntu ketika dihadapakan pada kertas kosong yang harus diisi dengan
rangkaian kata-kata.
Beragam media telah ditunjukkan untuk
proses menulis, bisa lewat tulisan tangan, ketikan komputer, atau bahkan
berbicara. Jadi buanglah prasangka bahwa berbeda dengan berbicara.
Menulis dengan banyak gaya dan teknik sama halnya dengan berbicara yang
menggunakan banyak teknik retorikanya.
Menulis merupakan kegiatan yang memiliki
nilai luar biasa dalam kehidupan manusi, kerena tulisan mampu
mendokumentasikan dan menyebarkan ide, gagasan, pemikiran, serta
penemuan seseorang berabad-abad lamanya. Kekuatan sebuah buku sering
melampaui umur manusia itu sendiri.
Demikian, menulis akan mampu merubah dunia sesuai perkembangannya. “Menulis itu indah” begirulah kata Stephen King
seorang penulis novel yang mempu menggebrak dunia denagn novel-novelnay
sebanyak 35 judul novel. Sementara menulis tidak sekedar paham
tatabahasa dan tanda baca saja. Namun, perlu pengembangan kemampuan yang
dinamis, kemampuan menganalisis, dan kemampuan membedakan antara hal
yang valid dan akurat.
Maka menulis itu pada hakikatnya bukan
hnay mendemonstrasikan apa yang diketahui saja, tapi membutuhkan
kemauan, kemampuan, dan ekspresi diri. Sehingga tulisan bisa diterima
dihati manusia serta dapat membobol era globalisasi dunia.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Merubah Dunia Dengan Menulis. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://fadlurrahman92.blogspot.com/2011/10/merubah-dunia-dengan-menulis.html. Terima kasih!
Ditulis oleh:
Unknown - Sabtu, 08 Oktober 2011
Belum ada komentar untuk "Merubah Dunia Dengan Menulis"
Posting Komentar
Terimakasih telah berkomentar,.,.